Kamis, 14 Mei 2009

mau sehat

Tahun ini, ada dua peristiwa penting (dalam hal kesehatan) yang sudah dan sedang terjadi di hidup aku.
Yang pertama, tanggal 16 November 2009 waktu tanpa sengaja (baca: kecelakaan) jari tengah tangan kanan aku kejepit pintu ATM. Sound soo.. ridiculous? Tapi ini beneran terjadi.


Aku yang udah janjian ama temen mau ke undangan, ngambil uang dulu ke ATM. Belum ngambil uang nih.. baru aja masuk ke dalem ATM, tanpa sadar jari tengah tangan kanan aku kena.. well, pintu.Aku pikir enggak parah, ternyata..Darah keluar banyak banget.. kuku jarinya kok keliatan menyembul keluar dari jari ya..?Berusaha tetap cool aku nelp temen pake HP, pake tangan kiri, panik.. Alhamdulillah temenku itu bawa mobil, jadi aku bisa langsung dibawa ke UGD.

Ku pikir enggak parah, ternyata setelah dironsen, tulang jarinya PATAH, pembuluh darah di ujung jari PUTUS, bagian samping kanan dan kiri jari aku juga robek, sehingga aku harus segera DIOPERASI..
What a day.. tapi ini buat aku sungguh suatu keajaiban Tuhan. Beneran.. Dari lebih 200 juta penduduk di Indonesia, akulah yang dipilih untuk kejepit pintu ATM s#^l%n itu, dan akhirnya harus dioperasi untuk yang pertama kalinya dalam hidup ini. Hwehwehwe.. alhamdulillah.


Setelahnya, jari aku dipasang pen dari logam selama kurang lebih 3 minggu, dan terhitung dari sejak operasi setiap hari selalu diperban sampai kira-kira 1 bulan 1 minggu kemudian..Karena tangan kanan, praktis banyak kegiatan terutama menulis atau mengetik menjadi terganggu.. Alhamdulillah sekarang lukanya dah sembuh, tinggal nunggu kukunya tumbuh dengan normal lagi aja. Dokter bilang sih mungkin sekitar 6 BULAN lagi kuku aku akan kembali seperti semula. Mudah-mudahan.. cuma 6 bulan..

Di tengah-tengah masa penyembuhan itu.. peristiwa penting kedua terjadi. Yang ini juga cukup ajaib kalau aku bilang..

Aku ketularan hepatitis A, dari entah siapa, entah kapan, dan entah kenapa kok harus aku yang kena juga ya?Kamu tahu nggak gimana cara penularan virus hepatitis ini?
So, peradangan hati yang paling ringan ini menular dari penderita hepatitis A melalui air, makanan/minuman yang terkontaminasi feces atau urine, yang masuk ke dalam mulut. Istilah kedokterannya fecal-oral.Penularannya sendiri, bisa lewat alat makan/minum, makanan mentah/lalapan yang dicuci ama air yang terkontaminasi virus, dari es batu, dan lain-lain lah. Bisa juga karena mengonsumsi obat-obatan atau alkohol (yang tentu aja nggak aku konsumsi karena.. well, haram..)Penularan ini akan gampang banget terjadi, kalau penderita nggak mencuci tangannya dengan sabun ketika akan menyiapkan atau menjamah makanan, sehingga mengontaminasi makanan/minuman.

Sejauh yang aku inget sih, sekitaran waktu itu aku hampir nggak pernah jajan sembarangan. Kalau pun jajan, pastinya barengan ama Dungs atau temen kantor. Di kantor, buat makan siang juga aku pesen katering barengan ama temen-temen yang lain. Sehingga asumsinya, jikalau memang aku mendapatkan virus itu dari makanan/minuman yang terkontaminasi virus, maka setidak-tidaknya Dungs atau salah seorang teman akan juga terkena virus yang sama kan?Tapi kenyataannya, akulah yang dapet virusnya..

Dari penjelasan dokter dan beberapa resensi di internet aku tahu, bahwa hepatitis A adalah satu-satunya jenis hepatitis yang nggak akan jadi kronik, dan sebagian besar penderita bakal sembuh dengan sendirinya (self timing disease) seiring dengan istirahat yang cukup dan asupan nutrisi yang baik (hepatitis A itu nggak ada obatnya ya..)Hmm, lumayan kan? Peradangan hati.. tapi nggak semengerikan itu ternyata. Tinggal istirahat dan makan makanan bergizi aja. Gampang!

So, it's kind a miracle at first.. Karena memang situasi di sekolah sedang agak banyak pekerjaan saat itu, sehingga aku pikir.. hei, ini asik juga.. Itung-itung liburan dari kerjaan yang sedang menumpuk itu.
Dua minggu pertama, asik. Bisa bangun siang.. nggak harus ngerjain apa-apa. Cuma makan, minum, tiduran, baca buku.. oke..Dua minggu kedua, masih asik. Tiap hari harus makan kerang-kerangan, remis, tututhh.. Hidup jadi sangat amis banget waktu itu, tapi oke..Dua minggu ketiga, ya.. mulai bosen karena nggak ngapa-ngapain dan nggak bisa keluar rumah buat main. Semua buku udah di baca. Semua makanan sehat sudah dilahap. Acara TV gitu-gitu aja.. Mulai frustasi juga karena katanya paling lama sekitar 1 bulan aku dah bisa sembuh, sementara ini udah lebih dari 1 bulan kan?Mulai nggak enak juga ama orang-orang di sekolah karena nggak ngantor lama banget.. Tapi, ya oke.. Yang penting sembuh kan?

Dua minggu keempat.. Well, udah mati gaya jelas. Udah bosen karena di rumah mulu. Mo baca bosen. Mo makan jadi nggak nafsu. Nonton TV apalagi.. isinya cuman infotainment, sinetron, iklan, acara musik..Kok nggak sembuh-sembuh ya?Padahal dah minum susu kedelai, makan ikan-ikanan, minum air rebusan bambu kuning, makan telur ayam kampung rebus tiap pagi, obat dan suplemen dah ganti-ganti juga..

Dan.. sekarang masuk dua minggu kelima. Artinya udah hampir tiga bulan nih ya. Bisa dibayangin kan perasaan aku kayak gimana? Nggak cuma kebosanan, tapi juga kecemasan. Apa jangan-jangan penyakitnya lebih parah? Mungkin dokter salah diagnosa dan ternyata bukan hepatitis A? Aku coba ganti dokter, kali ini langsung ke dokter spesialis penyakit dalam. Hasil pemeriksaan USG, kondisi hati (liver) aku alhamdulillah sehat. Nggak ada pembengkakan, penyempitan, pengerasan atau apa pun, semua normal.Jadi kenapa belum sembuh-sembuh? Kenapa mata ini masih menguning? Kenapa badan ini masih gatel-gatel? (bilirubin itu bikin gatel..) Kenapa bilirubin aku masih tinggi nilainya? Bingung kan? Lebih bingung lagi karena bahkan dokternya juga bingung.. Kenapa dia harus bingung? Bukankan dia udah kuliah lama justru buat tahu hal-hal seperti ini?Akhirnya, tanpa penjelasan yang jelas, dia memutuskan buat ngasih aku obat baru, dan cuman bilang kalau kita akan liat lagi aja perkembangannya dua minggu kedepan.. (what?!? another two weeks?! awgh^*$^ &#%(
&$@*$*$^!)
Tapi aku masih positive thinking aja. Aku harus bersyukur karena Tuhan hanya ngasih aku hepatitis A, bukannya B atau C atau teman-temannya, atau bahkan penyakit lain yang berkali-kali lipat lebih parah. Bukankah jika disikapi secara bijak, sakit itu bisa jadi kifarat atas kesalahan atau dosa-dosa kecil kita?Jadi mungkin selama ini aku punya banyak kesalahan dan dosa-dosa kecil sehingga perlu waktu agak lama juga buat mengkifaratinya (hehe, ini bener nggak sih nulisnya? mengkifarati?)Atau mungkin, yang aku punya justru dosa-dosa besar, yang jadinya jauh semakin sulit dikifarati..Apa pun, kalau mau itung-itungan, aku harus bersyukur karena pasti ada rencana baik Tuhan dibalik semuanya. Everything happen for a reason, kan?

Jadi Tuhan.. terima kasih atas sakit yang Engkau kirimkan untuk aku ini ya. Dan aku mohon dengan segala kerendahan hati agar Engkau segera mengirimkan kesembuhan untukku.. amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar