Selasa, 21 Juli 2009

kelas baru

ini yang langsung dan segera saja terjadi ketika hari itu aku memasukinya:

hening.
semua mata memandang, tapi tanpa sepatah kata pun terucap atau terbisikan..

aku jadi bingung. beneran.. ini kenapa ada apa?
meski reaksinya sudah terprediksikan sebelumnya, tapi kenyataan ternyata berkembang lebih dari itu.
entah apa itu sebagai tanda keengganan, atau hanya karena belum terbiasa, atau gugup (?), atau entah apa..

akhirnya, hari itu seketika semangat langsung buyar di depan mata..

Minggu, 28 Juni 2009

wisuda

Akhirnya, tiba juga hari wisuda itu..
Sebetulnya wisuda bukan berarti aku nggak lagi akan pernah ketemu dengan anak-anak kan? Apalagi beberapa anak sudah berjanji untuk tetap berhubungan setelah ini.
Sehingga tadinya aku pikir semua akan baik-baik aja..

Tapi kenapa ya, hati ini tiba-tiba sesak lalu kosong ketika melihat foto kenangan anak-anak yang sudah dibingkai rapih itu?
Apa mungkin karena disitu nggak ada akunya ya..

Sementara kenangan kan nggak dibatasi hanya oleh secarik foto, tapi mungkin oleh kebersamaan yang berhari-hari..
Mungkin..



n.b:

bismillaahirrahmaanirrahiim

kepada yth Ibu dan Bapak orangtua murid, kepada yth Bapak kepala sekolah serta staff guru, kepada yth pihak yayasan, juga kepada anak-anakku tercinta.

assalammualaikum wr wb,

sesungguhnya saya merasa tidak pandai berkata-kata, karenanya saya akan buat pidato ini singkat saja.
jika 2 tahun yang lalu, saya diminta untuk menggambarkan kelas 6 sekarang ke dalam 3 kata, maka saya akan menggambarkan mereka sebagai: RUMIT, MANJA, dan BERGAYA..
lalu kini, setelah kebersamaan kami yang penuh dengan berbagai petualangan, saya akan menggambarkan mereka sebagai: DRAMATIS, MENAKJUBKAN, dan SERU!
berbagai peristiwa telah saya alami baik dengan anak-anak, atau pun dengan Ibu dan Bapak sekalian, mulai dari yang "menyenangkan" .. hingga yang lebih menyenangkan,

mulai dari yang bisa membuat saya tersenyum manis.. hingga yang membuat saya tertawa terbahak-bahak,

namun jauh di atas semua itu, pastinya ada terlalu banyak pelajaran, yang Alhamdulillah telah dan akan menjadi masukan yang sangat berharga, khususnya bagi saya pribadi, dan mudah-mudahan bagi kita semua.
saya menyadari, bahwa selama masa pembelajaran saya sebagai MK, kinerja saya masih jauh dari sempurna.. bahkan ada kalanya saya merasa gagal dan kurang optimal dalam memberikan pelayanan kepada anak-anak dan Ibu Bapak sekalian, karenanya, dalam kesempatan ini saya mengajukan permohonan maaf atas segala kekurang-sempurnaan saya tersebut.
sebaliknya saya merasa, ada terlalu banyak pengertian dan perhatian yang telah anak-anak dan Ibu Bapak berikan kepada saya. terlalu banyak, hingga mungkin seberapa pun besarnya pengertian dan perhatian yang saya berikan, tidak akan pernah bisa sebanding. sekedar berterima kasih saja, mungkin tidak cukup. tetapi, saya akan tetap berterima kasih sebesar-besarnya, kepada anak-anak, juga terutama kepada Ibu dan Bapak sekalian. saya doakan, semoga kebaikan kalian anak-anak, juga Ibu dan Bapak sekalian, dihitung oleh Allah swt sebagai ibadah, yang berbalas pahala yang terus-menerus. amin..
sebagai penutup, khusus untuk kalian anak-anak.. Ibu akan bacakan sepenggal lirik lagu dari Sherina yang berjudul KLIK KLOK

"klik klok waktu berdetak terus menghentak cepat gunakanlah waktumu secepat ayunan langkahmu, karena roda hidupmu terus berputar
klik klok janganlah ragu kejarlah ilmu, ingat janji masa depanmu terbentang dihadapmu, karena masa kecilmu tak kan kembali"

jadi anak-anak, selamat berjuang dan mengejar cita-cita ya, Ibu doakan agar kalian selalu sukses, semoga Allah swt selalu dan senantiasa melindungi kalian. amin..

wassalammualaikum wr wb.

back to school

Hari Rabu kemarin, setelah hampir 5 bulan nggak masuk kerja, akhirnya.. aku masuk kerja juga. Belum bener-bener serius bekerja sih, semata-mata percobaan ajah untuk tahu apakah aku sudah siap dan kuat bekerja ataukah belum.
Hari itu kebetulan beberapa hari sebelum acara wisuda anak-anak kelas 6 angkatan III. Jadi aku belum bener-bener mengajar, hanya membantu mempersiapkan acara wisuda di hari Sabtu nanti.
Banyak hal yang tetap sama, tapi ada juga yang sudah berubah. Mungkin terutama tentang hubungan antara aku dengan anak-anak..
Banyak yang hilang.. terllau banyak malah. Hingga dengan beberapa anak rasanya seperti baru pertama berkenalan. Begitu kaku dan dingin..
Sedih..
Aku mencoba untuk bersikap biasa-biasa saja, seakan-akan kita nggak pernah berpisah selama berbulan-bulan. Tadinya sih dengan harapan bahwa pada akhirnya anak-anak akan bersikap sama. Tapi nggak terlalu berhasil untuk beberapa anak..
Susah juga sih.. apalagi karena status wali kelas yang nggak menentu pada akhirnya jadi faktor utama aku agak sungkan ngedeketin anak-anak. Ada perasaan, "apa aku masih berhak atas mereka atau tidak?"
Well, lama-lama juga jadi biasa mungkin..

Selasa, 19 Mei 2009

minum obat = bernapas

Kamu tahu nggak hal apa yang paling menyebalkan dari peristiwa sakit kali ini? minum obat.
Setiap hari harus minum obat. Kadang beda warnanya, lain kali beda rasanya, atau bahkan beda bau dan jumlahnya. sucks..


Minum obat udah kayak menghirup dan menghembuskan udara pernapasan. Ini beneran, bukan berlebihan, karena sama halnya dengan kita suka lupa bahwa kita perlu dan selalu bernapas, minum obat sekarang juga gitu. Sehingga aku sampai-sampai perlu bikin kertas kolom minum obat, karena beberapa kali lupa apakah hari ini sudah minum obat atau belum? Kadang perasaan udah.. padahal itu tadi pagi atau bahkan kemaren sore.
yahh..

Kamis, 14 Mei 2009

ketemu anak-anak

Setelah hampir empat bulan nggak pergi ke sekolah, akhirnya hari ini aku pergi juga ke sekolah. Selain karena memang ada urusan administratif yang harus diselesaikan, juga karena anak-anak kelas enam kan hari Senin besok sudah akan ujian akhir. Jadinya pengen kangen-kangenan dulu, memastikan mereka memang bakalan bener-bener siap buat ujian, dan berbagi doa satu sama lain.

Awalnya.. deg-degan bo' kayak yang baru pertama kali datang ke sekolah baru. Tapi semua rasa deg-degan itu lenyap seketika segera setelah ketemu anak-anak. Ini beneran, bukan berlebihan atau apalagi menyombongkan diri, tapi anak-anak langsung menyambut aku.. semua rebutan pengen salaman dan tanya kenapa aku lama banget nggak masuk-masuk? Yang ada di lantai atas, langsung pada turun.. Yang ada di kelas, langsung pada keluar.. Ada yang tanya kapan aku ngajar lagi, ada yang tanya apa aku bakal ngajar lagi atau nggak, ada yang tanya apa aku sudah bener-bener sembuh atau belum.. Anak-anak kelas dua lebih lucu lagi, langsung pada rebutan naik-naik ke badan aku, dan sebagian narik-narik tangan aku. Wkwkwk..! Alhamdulillah, senengnya nggak bisa dideksripsiin dengan kata-kata! Pokoknya SENENG!

Apalagi ketika pertama kali ketemu sama anak-anak kelas enam, langsung pada teriak, "Bu Rindu!" lalu buru-buru masuk ke kelas dan ngasih tau temen-temennya buat pada keluar. Wah bahagia banget!Hampir semua langsung pada nyambut dan teriak-teriak kenapa baru sekarang aku datang ke sekolah. Well.. ada juga sih yang tetep adem ayem dan sama sekali nggak beranjak dari kursinya.. :(Ada yang langsung nangis.. yang bikin aku jadi pengen nangis juga, hehe..Ada yang gengsi nunjukin rasa kangennya dengan pura-pura asyik baca komik.. (atau memang beneran asyik baca komik karena memang nggak peduli ya? hehe..) Ada yang ngaku-ngaku jadi anak kesayangan aku..Tapi sebagian besar sih langsung antusias dan rebutan buat tanya atau cerita atau sekedar berkomentar.
Ketika aku lagi ngurusin masalah administratif di ruang tamu kepala sekolah (yang memang jadi area terbuka sehingga anak-anak bebas berlalu-lalang), beserta kepala sekolah, anak-anak nggak bisa berhenti buat nge'gangguin'. Ada yang baru pada datang berenang, lalu mungkin dikasih tau temen-temennya bahwa aku ada di ruang tamu, jadi pada datang ke ruang tamu. Mulanya ngintip-ngintip.. tapi akhirnya jadi pada pengen nyalamin aku juga :D
Sampai-sampai ruang tamu jadi penuh, dan anak-anak harus diusirin sama guru-guru buat ngasih aku kesempatan ngobrol penting ama kepala sekolah, wkwkwk..

Alhamdulillah, berdasarkan pengamatan, lalu hasil tanya-tanya juga sama mereka, anak-anak terlihat siap buat ujian nanti. Nggak kelihatan tegang atau kawatir. Bahkan menurut kepala sekolah yang jadi wali kelas sementara menggantikan aku, dibandingkan dengan angkatan sebelumnya, angkatan ini secara akademis dan mental jauh lebih siap. Syukur deh..Aku agak merasa bersalah soalnya.. karena justru di momen-momen krusial mereka, aku malah nggak bisa ngasih pelayanan yang optimal. Tapi kan everything happen for a reason.. Mudah-mudahan, Allah swt memberi mereka semua ilmu yang luas, kekuatan untuk tetep bisa bertahan ngadepin situasi apa pun, dan akhirnya keikhlasan buat nerima apa pun hasil yang udah ditetapkan Allah untuk mereka.. amin!

Sayangnya, karena keburu jumatan aku jadi nggak bisa lama-lama ngobrol bareng anak-anak. Dapet protes dari anak-anak juga karena aku datang terlalu sebentar. Well.. hari ini okelah.. Semua jadi tambahan semangat buat aku supaya tetep sabar dan nggak putus-putus berdoa supaya aku cepet dikasih kesembuhan sama Allah swt.

Emang, Tuhan begitu baik sekali sama aku :)

ulang tahun

Kemaren (tanggal 14 April 2009) ada anak kecil kelas tiga sekolah dasar ulang tahun. Kejadian dia (anak kecil itu) minta sama orang tuanya supaya ulang tahunnya dirayain termasuk peristiwa luar biasa, karena untuk pertama kalinya seumur hidupnya baru kali ini dia minta hal itu. Ada apa ya?

Kalau yang minta itu adalah anak yang memang terbiasa buat minta-minta, dalam artian semua keinginannya mau nggak mau harus dituruti, maka peristiwanya bakal jadi biasa-biasa aja.Tapi jadi luar biasa, karena anak ini bukan tipe anak seperti yang dijelasin tadi.Pasti.. buat anak ini -entah karena pertambahan usianyakah.. atau karena kali ini dia sudah jauh lebih besar untuk tahu makna ulang tahun.. atau karena pengaruh pergaulan.. atau mungkin karena terlalu sering nonton tv yang isinya melulu sinetron dan infotainment- merayakan ulang tahunnya kali ini bersama teman-teman sekolahnya adalah suatu hal yang sangat PENTING.
Ini kita ngomongin anak kecil ya, BUKAN orang dewasa seperti kita-kita ini..

Alhamdulillah, orang tua anak ini termasuk dalam kategori keluarga menengah ke atas. Permintaan untuk merayakan ulang tahunnya juga nggak aneh-aneh, hanya tipe ulang tahun standar dimana sejumlah teman datang ke rumah, ada acara ngasih kado mungkin.. lalu nyanyi-nyanyi mungkin.. tiup lilin juga mungkin.. itu doang. Jadi bukan yang bermewah-mewah. Meski sebenernya, kalau pun mau bermewah-mewah mereka SANGAT mampu kok..Sehingga.. menurut aku sih permintaannya masih tergolong wajar dan bolehlah dituruti, dengan tetap ada pemberian nasihat supaya ini nggak HARUS jadi acara WAJIB karena sesungguhnya ulang tahun kan nggak mesti selalu harus dirayakan.

So.. jadilah ulang tahunnya dirayakan. Yang diundang adalah temen-temen sekelasnya dan saudara-saudara dekat.Datanglah sore itu aku ke rumahnya, di kompleks perumahan yang tergolong elit, dengan penjagaan satpam 24 jam. Aku bawa hadiah, buku bacaan biar dia suka baca dan nggak melulu hanya main PS atau nonton TV aja kalau ada waktu luang di rumah.Sampai di depan rumahnya.. kok sepi ya? Terlihat beberapa orang saudara baru aja keluar dari rumah, udah pada mau pulang.. Oh.. rupanya aku datang sangat terlambat. Pestanya udah bubar. Tapi nggak apa-apa kan? Toh pastinya akan masih ada minimal sisa-sisa kue, snack, atau masakan Ibunya anak itu.Masuklah aku ke rumahnya. Lho.. kok rumahnya bersih banget ya? Nggak kelihatan ada bekas-bekas pesta atau kotor-kotor jejak kaki anak-anak.. Memang aku seberapa terlambat? Atau mungkin pestanya bukan di ruang tamu atau ruang tengah, melainkan di teras belakang yang memang lumayan luas.. Jadilah aku ke teras belakang.

Ternyata, nggak juga ada kelihatan bekas-bekas pesta kaya balon, atau hiasan kertas warna-warni, atau potongan kue, atau sisa makanan dan snack, atau.. yah, ada sisa nasi kuning + tempe dan ayam goreng sih.. tapi masa sih?
Nggak ada semua itu karena memang NGGAK ADA PESTA.. bingung deh.Usut punya usut, dari beberapa saudara yang juga hadir pada saat acara ulang tahun itu, acaranya hanya temen-temen anak itu datang, lalu mereka makan siang (karena memang acaranya diadakan setelah mereka pulang sekolah, jadi itung-itung makan siang aja gitu..), lalu bubar setelah sebelumnya teman-teman anak itu diberi bingkisan berupa snack khas jajanan anak-anak.Tanpa nyanyian selamat ulang tahun, tanpa kue ulang tahun sehingga otomatis nggak ada tiup lilin, atau tepuk tangan dan suara tawa riuh rendah penuh kebahagiaan. Kenappaaaaa..?

Hanya begitu aja juga nggak apa-apa sih.. suka-suka yang punya acara aja kan? Tapi, please deh.. masa ulang tahun anak cowok satu-satunya yang untuk pertama kalinya diminta seumur hidupnya cuma dirayain begitu aja sih? Alasannya kata orang tuanya, hidup hemat. Ya, oke.. setuju..

Asal kamu tahu aja ya, anak ini prestasi belajarnya oke, kelakuannya nggak aneh-aneh, jarang minta ini itu yang berlebihanlah. Jadi, ya..

Sebelum pulang, aku sempetin buat bener-bener ngeliatin gesture si anak. Sekedar memastikan bahwa dia memang menikmati harinya hari itu, nggak kecewa atau sedih atau muram dan sejenisnya. Alhamdulillah, dia terlihat senang.. Anak yang baik memang.

Mungkin aku aja yang terlalu banyak berharap..

mau sehat

Tahun ini, ada dua peristiwa penting (dalam hal kesehatan) yang sudah dan sedang terjadi di hidup aku.
Yang pertama, tanggal 16 November 2009 waktu tanpa sengaja (baca: kecelakaan) jari tengah tangan kanan aku kejepit pintu ATM. Sound soo.. ridiculous? Tapi ini beneran terjadi.


Aku yang udah janjian ama temen mau ke undangan, ngambil uang dulu ke ATM. Belum ngambil uang nih.. baru aja masuk ke dalem ATM, tanpa sadar jari tengah tangan kanan aku kena.. well, pintu.Aku pikir enggak parah, ternyata..Darah keluar banyak banget.. kuku jarinya kok keliatan menyembul keluar dari jari ya..?Berusaha tetap cool aku nelp temen pake HP, pake tangan kiri, panik.. Alhamdulillah temenku itu bawa mobil, jadi aku bisa langsung dibawa ke UGD.

Ku pikir enggak parah, ternyata setelah dironsen, tulang jarinya PATAH, pembuluh darah di ujung jari PUTUS, bagian samping kanan dan kiri jari aku juga robek, sehingga aku harus segera DIOPERASI..
What a day.. tapi ini buat aku sungguh suatu keajaiban Tuhan. Beneran.. Dari lebih 200 juta penduduk di Indonesia, akulah yang dipilih untuk kejepit pintu ATM s#^l%n itu, dan akhirnya harus dioperasi untuk yang pertama kalinya dalam hidup ini. Hwehwehwe.. alhamdulillah.


Setelahnya, jari aku dipasang pen dari logam selama kurang lebih 3 minggu, dan terhitung dari sejak operasi setiap hari selalu diperban sampai kira-kira 1 bulan 1 minggu kemudian..Karena tangan kanan, praktis banyak kegiatan terutama menulis atau mengetik menjadi terganggu.. Alhamdulillah sekarang lukanya dah sembuh, tinggal nunggu kukunya tumbuh dengan normal lagi aja. Dokter bilang sih mungkin sekitar 6 BULAN lagi kuku aku akan kembali seperti semula. Mudah-mudahan.. cuma 6 bulan..

Di tengah-tengah masa penyembuhan itu.. peristiwa penting kedua terjadi. Yang ini juga cukup ajaib kalau aku bilang..

Aku ketularan hepatitis A, dari entah siapa, entah kapan, dan entah kenapa kok harus aku yang kena juga ya?Kamu tahu nggak gimana cara penularan virus hepatitis ini?
So, peradangan hati yang paling ringan ini menular dari penderita hepatitis A melalui air, makanan/minuman yang terkontaminasi feces atau urine, yang masuk ke dalam mulut. Istilah kedokterannya fecal-oral.Penularannya sendiri, bisa lewat alat makan/minum, makanan mentah/lalapan yang dicuci ama air yang terkontaminasi virus, dari es batu, dan lain-lain lah. Bisa juga karena mengonsumsi obat-obatan atau alkohol (yang tentu aja nggak aku konsumsi karena.. well, haram..)Penularan ini akan gampang banget terjadi, kalau penderita nggak mencuci tangannya dengan sabun ketika akan menyiapkan atau menjamah makanan, sehingga mengontaminasi makanan/minuman.

Sejauh yang aku inget sih, sekitaran waktu itu aku hampir nggak pernah jajan sembarangan. Kalau pun jajan, pastinya barengan ama Dungs atau temen kantor. Di kantor, buat makan siang juga aku pesen katering barengan ama temen-temen yang lain. Sehingga asumsinya, jikalau memang aku mendapatkan virus itu dari makanan/minuman yang terkontaminasi virus, maka setidak-tidaknya Dungs atau salah seorang teman akan juga terkena virus yang sama kan?Tapi kenyataannya, akulah yang dapet virusnya..

Dari penjelasan dokter dan beberapa resensi di internet aku tahu, bahwa hepatitis A adalah satu-satunya jenis hepatitis yang nggak akan jadi kronik, dan sebagian besar penderita bakal sembuh dengan sendirinya (self timing disease) seiring dengan istirahat yang cukup dan asupan nutrisi yang baik (hepatitis A itu nggak ada obatnya ya..)Hmm, lumayan kan? Peradangan hati.. tapi nggak semengerikan itu ternyata. Tinggal istirahat dan makan makanan bergizi aja. Gampang!

So, it's kind a miracle at first.. Karena memang situasi di sekolah sedang agak banyak pekerjaan saat itu, sehingga aku pikir.. hei, ini asik juga.. Itung-itung liburan dari kerjaan yang sedang menumpuk itu.
Dua minggu pertama, asik. Bisa bangun siang.. nggak harus ngerjain apa-apa. Cuma makan, minum, tiduran, baca buku.. oke..Dua minggu kedua, masih asik. Tiap hari harus makan kerang-kerangan, remis, tututhh.. Hidup jadi sangat amis banget waktu itu, tapi oke..Dua minggu ketiga, ya.. mulai bosen karena nggak ngapa-ngapain dan nggak bisa keluar rumah buat main. Semua buku udah di baca. Semua makanan sehat sudah dilahap. Acara TV gitu-gitu aja.. Mulai frustasi juga karena katanya paling lama sekitar 1 bulan aku dah bisa sembuh, sementara ini udah lebih dari 1 bulan kan?Mulai nggak enak juga ama orang-orang di sekolah karena nggak ngantor lama banget.. Tapi, ya oke.. Yang penting sembuh kan?

Dua minggu keempat.. Well, udah mati gaya jelas. Udah bosen karena di rumah mulu. Mo baca bosen. Mo makan jadi nggak nafsu. Nonton TV apalagi.. isinya cuman infotainment, sinetron, iklan, acara musik..Kok nggak sembuh-sembuh ya?Padahal dah minum susu kedelai, makan ikan-ikanan, minum air rebusan bambu kuning, makan telur ayam kampung rebus tiap pagi, obat dan suplemen dah ganti-ganti juga..

Dan.. sekarang masuk dua minggu kelima. Artinya udah hampir tiga bulan nih ya. Bisa dibayangin kan perasaan aku kayak gimana? Nggak cuma kebosanan, tapi juga kecemasan. Apa jangan-jangan penyakitnya lebih parah? Mungkin dokter salah diagnosa dan ternyata bukan hepatitis A? Aku coba ganti dokter, kali ini langsung ke dokter spesialis penyakit dalam. Hasil pemeriksaan USG, kondisi hati (liver) aku alhamdulillah sehat. Nggak ada pembengkakan, penyempitan, pengerasan atau apa pun, semua normal.Jadi kenapa belum sembuh-sembuh? Kenapa mata ini masih menguning? Kenapa badan ini masih gatel-gatel? (bilirubin itu bikin gatel..) Kenapa bilirubin aku masih tinggi nilainya? Bingung kan? Lebih bingung lagi karena bahkan dokternya juga bingung.. Kenapa dia harus bingung? Bukankan dia udah kuliah lama justru buat tahu hal-hal seperti ini?Akhirnya, tanpa penjelasan yang jelas, dia memutuskan buat ngasih aku obat baru, dan cuman bilang kalau kita akan liat lagi aja perkembangannya dua minggu kedepan.. (what?!? another two weeks?! awgh^*$^ &#%(
&$@*$*$^!)
Tapi aku masih positive thinking aja. Aku harus bersyukur karena Tuhan hanya ngasih aku hepatitis A, bukannya B atau C atau teman-temannya, atau bahkan penyakit lain yang berkali-kali lipat lebih parah. Bukankah jika disikapi secara bijak, sakit itu bisa jadi kifarat atas kesalahan atau dosa-dosa kecil kita?Jadi mungkin selama ini aku punya banyak kesalahan dan dosa-dosa kecil sehingga perlu waktu agak lama juga buat mengkifaratinya (hehe, ini bener nggak sih nulisnya? mengkifarati?)Atau mungkin, yang aku punya justru dosa-dosa besar, yang jadinya jauh semakin sulit dikifarati..Apa pun, kalau mau itung-itungan, aku harus bersyukur karena pasti ada rencana baik Tuhan dibalik semuanya. Everything happen for a reason, kan?

Jadi Tuhan.. terima kasih atas sakit yang Engkau kirimkan untuk aku ini ya. Dan aku mohon dengan segala kerendahan hati agar Engkau segera mengirimkan kesembuhan untukku.. amin.